Apaan sih Kultur Organisasi itu ?
Kultur Organisasi (atau Budaya Organisasi) adalah sebuah nilai yang dipegang oleh orang orang dalam organisasi tersebut dan merupakan pembeda dari organisasi lainnya.
Pembeda dari organisasi lain ? Maksudnya gimana ?
Gini….
Anggaplah kamu bekerja sebagai seorang Sales di sebuah perusahaan IT dari Amerika. Kamu kerja 40 jam seminggu. Kamu bebas ngatur jam kerja kamu, asalkan target revenue terpenuhi.
Suatu hari kamu dapet kesempatan untuk bidding tender. Pesaing kamu ada 3 perusahaan. Perusahaan pertama adalah perusahaan dari India. Perusahaan kedua adalah dari Jepang. Dan perusahaan ketiga adalah dari Indonesia.
Maka kamu akan lihat bagaimana rapinya Sales dari perusahaan Jepang… bahkan mereka semua memakai seragam. Kamu juga akan melihat bagaimana santainya Sales dari Perusahaan Indonesia dan terlihat sangat kurang profesional. Begitu juga dengan Sales dari perusahaan India yang terkesan jago sekali bluffing.
(btw, ini bukan generalisasi terhadap perusahaan2 dari tiap negara lho… ini cuma perandaian)
Budaya yang dikembangkan di masing masing perusahaan akan terlihat dengan jelas.
Perusahaan yang result oriented pasti akan memiliki kultur yang berbeda dengan perusahaan yang team oriented.
Perbedaan kultur organisasi biasanya akan dipengaruhi dari 7 karakteristik perusahaan.
- Innovation and risk taking. Perusahaan seperti Apple Computer, yang sangat menggemari hal hal baru, akan mendorong karyawannnya untuk berani berinovasi dan mengambil resiko.
- Attention to detail. Perusahaan yang sangat memperhatikan detail (misal bank) akan memaksa karyawannya untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun.
- Outcomes Orientation. Tipikal perusahaan yang berorientasi pada hasil, tidak terlalu memperdulikan bagaimana teknis dan proses pelaksanaan, asalkan hasil yang didapat sesuai dengan target.
- People Orientation. Perusahaan akan memikirkan efek terhadap karyawannya ketika akan mengambil keputusan.
- Team Orientation. Perusahaan yang mengutamakan kerjasama team (misal team sepakbola) akan membangun kultur yang mendukung kerjasama team. Besar kemungkinan mereka akan sering melakukan acara team building.
- Aggresiveness. Perusahaan seperti ini akan mendorong karyawannya untuk bersikap agresif dan berjiwa kompetitif daripada bersantai santai ria.
- Stability. Perusahaan yang menjunjung stabilitas (seperti Kompas Gramedia), cenderung akan bersikap sangat konservatif dan tidak akan mendorong karyawannya untuk sering menelurkan ide ide baru. Karyawan hanya dituntut untuk mengikuti pattern yang sudah terbentuk.
Trus, gunanya Kultur itu apa ?
Pertama, sebagai pembeda dari organisasi lainnya. Kedua, sebagai identitas karyawan sebuah perusahaan. Ketiga, sebagai komitmen karyawan diatas kepentingan bersama. Keempat, sebagai perekat sosial dengan menyediakan standar apa yang karyawan harus lakukan dan katakan. Kelima, sebagai mekanisme kontrol yang membentuk perilaku karyawan.
OK…. trus apa lagi nih yang penting dari kultur perusahaan. Ada ga yang jelek jeleknya ?
Oh ya ada dong. Kultur perusahaan bisa menjadi hambatan.
Maksudnya ?
Barrier to change. Kultur yang sudah mengakar akan sulit untuk diubah. Terkadang kultur perusahaan harus diganti jika ingin mengikuti perkembangan jaman supaya tetap mampu berkompetisi. Kultur seperti apa yang ada di pikiran kamu ketika kamu mendengar kata “PERTAMINA” ? Nah, ketika pintu persaingan dibuka (dengan masuknya pemain lain seperti Shell, Petronas, dll) maka mau ga mau kultur pertamina harus diubah. Perubahan biasanya tidak akan mudah dilakukan.
Barrier to diversity. Kultur akan mengakibatkan karyawan memiliki kecenderungan yang sama dalam bertingkah laku dan berkata. Ketika ada orang lain yang tidak berlaku seperti kebanyakan karyawan, maka orang tersebut akan terisolasi. Keterisolasiannya akan menekan orang tersebut, sehingga dia tidak akan mampu mengeluarkan kemampuannya yang terbaik. Bayangkan seorang yang ceria dan ramai (sangat sanguin) masuk ke dalam lingkungan kraton yang sangat kaku. Mendiang Lady Di sering tertangkap ketiduran (atau bosan) dengan segala kegiatan di Buckingham Palace.
Barrier to Acquisition and Mergers. Ada kalanya perusahaan akan terkena akuisisi ataupun dimerger dengan perusahaan lain. Nah kalo kultur di dua perusahaan tersebut berbeda, maka akan terjadi benturan yang memungkinkan gejolak.
gimana semestinya peran organisasi eksternal dalam lingkungan kampus (internal) ???
Halo mas Muhar….
Bisa lebih spesifik pertanyaannya?
saya berbeda pandangan jika dikatakan Cultur/Budaya sebagai barier to change.mungkin lebih tepatnya sebagai filter.Kultur/budaya dibuat/dibawa oleh pendiri perusahaan.jadi wajar budaya itu tidak boleh berubah,jika itu terjadi maka visi dan misi perusahaan akan berubah, berarti hasus ganti perusahaan dong?? Saya lebih setuju budaya tidak perlu berubah,tetapi kita bisa merubah sistem, taktik, cara pandang dll-nya,tetapi tidak dengan budaya.Contoh PERTAMINA apakh benar merka mengubah Budaya???saya rasa tidak.mereka hanya merubah sistem dan takik-nya saja..
saya mw tnya didalam kultur perusahaan or organisasi kn ada :
1. Pengukuran
2. IT
3. Strategi Bisnis
4. Orang dan Struttur
saya kurang paham maksud dari bagian2 tersebut. bisa tolong jelaskan..
ambil az contoh perusahaannya pertamina
thnkzz.. sblm na